Air Panas Tawa
Rute Perjalanan
Jalur Udara
Perjalanan menuju Air Panas Tawa dimulai dari Bandara Oesman Sadik di Kota Labuha, yang merupakan pintu gerbang utama Kabupaten Halmahera Selatan. Dari bandara, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan darat menuju Babang dengan waktu tempuh sekitar 20–25 menit. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhkan pemandangan perkotaan Labuha yang perlahan berganti dengan hamparan pepohonan hijau, perkampungan masyarakat, serta panorama pesisir Pulau Bacan yang memberikan kesan pertama yang menenangkan sebelum memasuki kawasan wisata.
Jalur Darat
Dari Babang, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Tawa melalui jalan yang membentang di sepanjang pesisir dan kawasan hutan tropis. Rute ini menawarkan suasana pedesaan yang masih alami dengan deretan rumah penduduk, perkebunan, serta pemandangan laut yang sesekali terlihat di sisi jalan. Udara yang sejuk dan lingkungan yang asri menjadikan perjalanan terasa nyaman sekaligus memberikan pengalaman menikmati keindahan alam khas Halmahera Selatan sebelum tiba di desa tujuan.
Jalur Darat
Setelah memasuki Desa Tawa, pengunjung hanya memerlukan waktu sekitar 3–5 menit untuk mencapai kawasan Air Panas Tawa. Jalan menuju lokasi mudah diakses dan dikelilingi oleh pepohonan rindang yang menciptakan suasana teduh dan alami. Setibanya di destinasi, wisatawan akan disambut oleh hamparan pantai berpasir putih, air laut yang jernih, serta sumber air panas alami yang muncul di tepi pantai. Perpaduan keindahan bahari dan fenomena geotermal ini menjadikan Air Panas Tawa sebagai destinasi wisata yang unik dan memberikan pengalaman relaksasi yang berbeda di Pulau Bacan.
Informasi Wisata
- Waktu terbaik: Oktober - Mei
- Tiket masuk: 2000/Anak- anak, 5000/Dewasa *Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan, ketentuan, dan syarat yang berlaku di destinasi wisata.
- Informasi: Sewa Gazebo: Rp35.000/unit, Jam Buka : 07.00 – 18.00 WIT